Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa lautan yang mengelilingi Indonesia akan naik antara 0,8 hingga 1,2 sentimeter setiap tahun akibat dampak berkelanjutan dari perubahan iklim.
Donaldi Permana, seorang peneliti-koordinator BMKG, yang berbicara dalam sebuah seminar di Denpasar, menggambarkan situasi yang suram: “Hal ini signifikan karena akan menyebabkan beberapa pulau kecil Indonesia dan komunitas pesisir, tempat tinggal banyak keluarga, hilang.” Ia menambahkan: “Aspek kemanusiaan dari krisis ini seharusnya sangat mengkhawatirkan kita semua.”
Presentasi publik Donaldi menggambarkan dampak nasional jika suhu rata-rata meningkat hanya 0,45 hingga 0,75 derajat Celsius. Ia menjelaskan konsekuensi serius dari perubahan iklim dan perubahan curah hujan serta bagaimana hal ini akan memengaruhi 5,8 juta kilometer persegi wilayah laut dan mengancam pelayaran, khususnya bagi kapal dengan bobot di bawah 10 gross ton.

Selain itu, peneliti tersebut memperingatkan bahwa perubahan iklim dan perubahan curah hujan, yang kini rata-rata 75 milimeter per bulan, akan membuat 18 ribu kilometer garis pantai menjadi rentan.
Sementara itu, ia menjelaskan bagaimana suhu rata-rata global selama dekade terakhir (2014–2023) telah meningkat sebesar 1,2 derajat atau menurun sebesar 0,12 derajat dibandingkan dengan suhu yang tercatat antara tahun 1850 hingga 1900.
