Bali kini menjadi basis untuk layanan Pesawat Amfibi (Seaplane) – sebuah uji coba operasi untuk bentuk transportasi antar-pulau yang baru dan unik.
Seperti dilaporkan oleh Beritabali.com, pesawat kecil Seaplane ini berbasis di Pantai Mertasari, Denpasar Selatan. Sebagai uji coba operasi, pesawat – yang mampu mendarat di air maupun landasan konvensional – akan menjelajahi dan menguji rute yang sesuai di wilayah sekitar Bali.
Uji coba ini akan menentukan kelayakan Bali sebagai pusat seaplane, permintaan pasar untuk layanan pesawat apung, serta destinasi terpencil yang kini terbuka untuk pariwisata.
<img class=”alignnone wp-image-704″ src=”https://www.biosystemsgroup.com/wp-content/uploads/2024/07/seaplane1-1-768×431-1.jpg” alt=”” width=”700″ height=”393″ />
“Operasi seaplane di Indonesia, negara kepulauan terbesar di dunia, berfungsi sebagai alternatif transportasi feri, menghubungkan ibu kota provinsi dan kota besar, serta menjadi moda konektivitas bagi wisatawan dari bandara utama menuju destinasi wisata bahari,” jelas Kepala Badan Kebijakan Transportasi (Baketrans), Kementerian Perhubungan, Robby Kurniawan.
Dengan proyeksi kunjungan 6,6 juta wisatawan ke Bali pada tahun 2024, uji coba layanan Seaplane ini menghadirkan peluang yang signifikan. Bentuk transportasi unik ini tidak hanya memenuhi permintaan wisatawan yang terus meningkat, tetapi juga membuka akses ke destinasi terpencil untuk pariwisata, sehingga mendorong perekonomian daerah.
Selama uji coba dari Pantai Mertasari, layanan Seaplane akan menetapkan parameter untuk operasi dan navigasi aman di masa depan. Periode ini juga akan digunakan oleh Kementerian Perhubungan untuk menyempurnakan aturan dan regulasi bagi operasi komersial seaplane di Indonesia, memastikan layanan yang lancar dan efisien.
Lebih lanjut, Kurniawan mengatakan, “Seaplane adalah bentuk transportasi air yang tepat bagi Indonesia, negara kepulauan yang memiliki potensi wisata bahari luar biasa.” Bandara Seaplane menawarkan sejumlah keunggulan, termasuk efisiensi, ramah lingkungan, fleksibilitas, dan kemampuan untuk menghubungkan daerah terpencil.
